Saturday, January 23, 2016

AKHIR KATA

Dunia telah dicemari oleh keinginan-keinginan yang negatif yang akan menciptakan kehancuran dari dunia itu sendiri. Manusia yang diciptakan untuk menguasai dunia ini telah lari dari jalur yang harus dan semestinya dijalani. 

Kejadian-kejadian sebagai tanda-tanda dari kehancuran dunia itu dianggap sebagai angin lalu oleh sebagian besar dari manusia yang ada di dunia ini. Mereka tidak menyadari rel/jalur/jalan yang sedang dilalui ini adalah jalan kehancuran dari dunia. 

Seakan-akan mata mereka tertutup. Atau bahkan mereka pura-pura menutup mata. Namun demikian kehidupan berjalan terus dan tidak satupun dari mereka yang sadar akan kehancuran itu.

Hati yang seharusnya menjadi pusat pikiran, digantikan oleh otak sebagai pusat pikiran. Dari awal manusia diciptakan dari tanah dan "roh", telah dibuktikan bahwa otak bukanlah pusat pikiran yang baik. Karena otak adalah pesan dari keinginan manusia yang salah. Itulah awal manusia melawan dari penciptanya. Dimana manusia itu melawan kehendak penciptanya karena keingin tahuannya akan segala hal. Padahal karena mendengarkan otak yang ingin tahu segalanya itulah manusia jatuh ke dalam dosa. Seandainya dengan mengikuti kata hati, tidak semestinya manusia itu jatuh ke dalam dosa.

Namun demikian tetaplah manusia itu mencari alasan untuk membenarkan diri karena tetap memakai otak dalam berpikir. Hampir sebagian besar dari manusia itu tetap bertahan dengan cara seperti itu hingga saat ini, yakni menjadikan otak sebagai pusat pikiran. Bukankah seharusnya "HATI" lah yang menjadi pusat pikiran ?

Akhir kata, apakah anda sebagai orang yang menjadikan otak anda sebagai pusat pikiran atau anda bagian dari orang yang menjadikan hati sebagai pusat pikiran ? Jawablah dalam hati anda. Ikutlah berperan untuk menjadikan dunia ini lebih baik bagi anda yang menjadikan hati sebagai pusat pikiran anda !


Salam !

STOP KILLING THE PEOPLE

Edan.. Zaman telah edan. Begitu mudahnya "setan" meraih "soul" manusia. Bisikan-bisikan mengelabui sebuah kebenaran telah berhasil dilakukannya. Dari penciptaan manusia mula-mula, "setan" telah berhasil mengelabui manusia. Dan hingga saat ini masih terus berusaha meraih "soul" yang rapuh. Cara "setan" meraih "soul" manusia yakni dengan meyakinkan manusia itu sebuah "kebenaran" yang "palsu". 

Lalu kenapa "setan" terus berusaha meraih "soul" manusia ? Karena "setan" tidak mau kerajaannya tanpa pengikut alias neraka sepi. Alasan itulah yang pasti kenapa "Setan" tidak pernah berhenti mencari pengikut. Padahal semua manusia diciptakan untuk menempati "Sorga". Oleh sebab itu sebelum dunia ini berakhir pasti terus akan kita temui orang yang baik dan orang yang taat.

Namun begitu banyak orang sekarang yang telah tega membunuh untuk menyatakan kebenaran. Huft.. tapi kenapa ? Kenapa untuk menyatakan kebenaran harus membunuh ? Apakah dengan membunuh maka kebenaran yang ingin dinyatakan itu akan menjadi tegak ? Kenapa tidak dengan cara mengingatkan dan terus mengingatkan agar kebenaran itu tegak ?

Coba kita pikirkan apakah dengan membunuh, kebenaran yang ingin kita tegakkan akan menjadi nyata ? Apakah kita seorang yang diberi kekuasaan oleh TUHAN untuk menghukum sesama manusia ? Ingatlah, manusia itu diciptakan sama derajatnya dengan manusia yang lainnya. Sama kekuasaannya sebagai individu untuk bertumbuh di dunia ini. Bukan untuk saling menghakimi bukan juga untuk saling menghukum. Jadi apapun alasannya kita tidak berhak membunuh ! Kita tidak berhak menghakimi sesama manusia. Karena sang HAKIM yang SEJATI akan hadir pada saat dunia ini akan berakhir. DIA lah yang akan berhak menghakimi kita siapa yang benar dan siapa yang salah. Dan pada saat itu alasan apapun untuk membela diri kita akan percuma. Karena sudah terlambat. Karena DIA lah yang Maha Adil.

Sekalipun cerita kita karang untuk menyatakan kebenaran yang ada dipikiran kita saat PENGHAKIMAN TERAKHIR itu akan percuma. Apalagi bila alasan itu tidak ada yang mengingatkan saya akan hal itu. Karena setiap kita memiliki "roh", bila kita ingin mendengarkan "roh" kita cobalah dengar hati. Setiap tindakan yang salah kita lakukan, cobalah dengar hati kita apakah berbicara sesuatu. Ataupun tanpa sengaja kita bertemu dengan orang yang mengingatkan kita, tetapi kadang tidak didengarkan. Jadi sia-sialah pembelaan kita pada saat PENGHAKIMAN TERAKHIR.

Manusia itu sangat mudah di kelabui oleh "setan". Dengan alasan kebenaran, pasti "daging" manusia itu langsung bimbang. Karena yang diikutkan adalah otak. Ingatlah otak adalah terbentuk oleh daging juga. Jadi bila kamu ingin mencari kebenaran, gunakanlah hati. Karena "hati" yang kita bahas adalah "perasaan". Inilah "roh" yang berbicara. Bila "roh" juga ragu, jangan mencari kebenaran kepada "daging" tetapi carilah ke "roh" juga. Dalam kata lain berdoa kepada "roh kebenaran". Pasti kamu dapatkan kebenaran yang sejati. Namun bila kita mencari kebenaran dengan "otak / daging" maka inilah kesempatan "setan" mengelabui kamu.

Akhir kata, "setan" menyerang manusia melalui daging (jasmani) sedang TUHAN menginginkan kita selamat melalui "roh". Ingat bagaimana "setan" meraih "soul" kita di tulisan saya #LEAVE MY SOUL ALONE. Iman kamu lah yang perlu dijaga, tetapi jangan menjaga iman yang salah. Membunuh untuk menyatakan kebenaran adalah kebohongan. Jalannya saja sudah salah dalam menyatakan kebenaran. Berarti yang ingin ditegakkan adalah "kebenaran palsu". Membunuh untuk menjalankan perintah TUHAN adalah salah. Karena Tuhan tidak perlu dibela. Tuhan dengan gampang menjungkir balikkan dunia ini tanpa bantuan manusia. Apalagi membunuh untuk menegakkan jalan ALLAH. Apalagi alasan itu, Totally wrong saudaraku. Allah tidak perlu meminta kamu untuk meluruskan jalan NYA. Karena jalan NYA sudah lurus, tetapi kamu harus gunakan hati dan Iman kamu. Bukan. menggunakan akal kamu. Kalau kamu menggunakan akal kamu maka jalan ALLAH yang lurus akan terlihat bengkok oleh pikiran "daging" kamu.

Membunuh tidak benar. Bahasa penggoda "setan" adalah menegakkan kebenaran atau membela diri. Padahal bila kamu lihat dengan "soul / hati" maka jelas kamu lihat bahwa "setan"lah yang berbisik kepada kamu. Jaga iman kamu yang benar. Cari jalan keselamatan yang benar. Karena sesuatu yang pasti hanyalah KEMATIAN di dunia ini. Setiap manusia pasti mati. 

Salam KASIH..

Friday, January 15, 2016

"MONEY" you are NOTHING

Uang akar kejahatan !

Kapan uang mulai berlaku di dunia ini ? Bukankah manusia pertama yang dicciptakan ke dunia ini tidak memakai uang ? Siapa yang menciptakan uang ? Dan mengapa diciptakan uang ? Bukankah dunia ini diciptakan gratis oleh sang PENCIPTA ?

Begitulah seharusnya otak digunakan untuk berpikir, untuk bertanya tentang hal-hal seperti itu. Lalu biarkan hati yang menjawab sebagai pusat pikiran. Kita melihat pertanyaan itu benar adanya. Baiklah kita membahas satu persatu.

  • SIAPA YANG MENCIPTAKAN UANG ?
Bila dilihat prinsip awal uang diciptakan adalah untuk alat pembayaran yang sah. BETUL ! Tetapi apa yang dibayar ? BINGUNG ! Bukankah dunia ini diciptakan gratis ? Kalau kita lihat ide penciptaan uang adalah ide yang salah. Pasti awal dari ide ini siapa pun yang menciptakannya adalah untuk ingin menguasai manusia yang lain. Karena dengan uang dia bisa membeli dan menguasai dunia ini. Jadi bagi saya yang menciptakan uang adalah SETAN.
  • MENGAPA UANG DICIPTAKAN ?
Manusia itu memiliki hasrat. Uang diciptakan untuk pemuasan hasrat. Ide penciptaan uang bisa diyakini untuk memuaskan hasrat sang penciptanya untuk bisa menaklukkan manusia yang lainnya. Si pencipta pasti meyakinkan orang lain bahwa ide penciptaan uang adalah hal yang cemerlang karena dengan adanya uang bisa menaklukkan segalanya.
  • DAMPAK APA YANG DIHASILKAN ?
Banyak hal yang ditimbulkan yang dapat kita lihat dari keinginan untuk mendapatkan uang. Diantaranya : Perselisihan,  pembunuhan, penipuan, pengkhianatan, pembohongan, dsb. Ternyata hasil dari mengejar uang lebih banyak negatifnya. Berarti "Setan" sebagai pencipta uang berhasil mengelabui manusia. Berarti "dia" berhasil memperdaya manusia untuk mengikuti kemauannya. Mengapa saya katakan begitu ? Coba kita lihat hal-hal yang ditimbulkan bila kita mencintai uang itu? Orang rela mengambil yang bukan menjadi haknya untuk mendapatkan uang. Orang rela membunuh sesamanya manusia untuk mendapatkan uang. Orang rela menipu orang lain untuk mendapatkan uang. Bahkan orang rela mengorbankan kebahagiaan keluarganya untuk mendapatkan uang. 

Benar adanya bahwa uang itu akar kejahatan. Dimana hal-hal yang timbul bila kita menginginkan uang adalah hal negatif. Janganlah pernah mengejar uang.
  • KESIMPULAN
Uang telah menjadikan manusia sebagai budak. Uang telah menciptakan persaingan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Uang telah menciptakan perselisihan antara manusia. Uang telah menjadikan manusia yang satu kejam terhadap manusia lainnya. Uang telah membutakan mata manusia. Dengan uang segala kejahatan bisa tidak terlihat. Dengan Uang segala kesalahan bisa benar. Dan dengan uang manusia KALAH dengan setan. Karena uang lah kita melakukan segala keinginan SETAN dan bukan kebaikan yang kita hasilkan tetapi kejahatan.
  •  AKHIR KATA
Lakukan lah yang terbaik selama kamu hidup di dunia. 

Apapun keyakinan dan kepercayaan yang kamu anut, pastikan bahwa ajaran itu tidak mengajarkan mengejar kekayaan di dunia ini, tetapi mengajarkan bahwa hidup kamu di dunia ini untuk mempersiapkan kehidupan setelah kematian kamu ! Jadi gunakan segala fasilitas yang ada di dunia ini untuk persiapan kehidupan yang indah di akherat nanti.

Tidak ada keyakinan dan kepercayaan yang mengajarkan kejahatan, pembunuhan, penipuan, itu benar. Kalau ada ajaran seperti itu adalah TOTALLY WRONG ! Sebaiknya gunakan hati kamu untuk melihat ajaran itu kembali. 

Ingatlah bahwa manusia diciptakan lebih tinggi derajatnya dari makhluk hidup lainnya. Apakah pantas manusia itu membunuh manusia yang lainnya ? Apakah pantas manusia itu menjadi hakim bagi manusia lainnya ? Apakah pantas kita yang menentukan kehidupan seseorang ? Ataukah manusia itu diperalat oleh setan untuk mengatakan kita pantas penentu kehidupan seseorang..

Kalau ada manusia yang diberi kesempatan untuk membunuh manusia yang lainnya dan berhasil, itu bukan karena dia ditunjuk sebagai PUNISHER oleh sang PENCIPTA, tetapi untuk menyadarkan orang tersebut bahwa diatas kekuatannya masih ada lagi kekuatan yang luar biasa yang siap menghukumnya. Apakah pembunuh bisa selamat dari HUKUMAN sang PENCIPTA ? TIDAK !!!!

Perbuatlah kebaikan untuk persiapan kamu menuju kehidupan yang Abadi setelah kematian. Ingatlah hanya satu hal yang pasti bagi setiap manusia yaitu KEMATIAN. Selebihnya tidak ada yang pasti. Kalau uang hanya menciptakan dampak negatif jangan cintai uang. Tetapi lakukan kebaikan untuk kehidupan abadi nantinya. Gunakan sebagai jalan kebaikan bagi sesama, menolong sesama, menciptakan kebahagian keluarga maka itu adalah bentuk PERLAWANAN terhadap SETAN. Apa yang kamu hasilkan dari dunia ini akan kamu tinggalkan pada saat KEMATIAN menjemput kamu !


Salam !!

LEAVE "MY SOUL" ALONE !

Manusia itu diciptakan oleh dengan “Roh”. Sesuai dengan gambar dan rupa “ALLAH”. Itulah awal penciptaan manusia. Berarti di dalam diri setiap individu memiliki “roh”. Dan setiap “roh” manusia itu sama dengan manusia yang lain. Terus, seharusnya semua manusia itu sama. Tetapi kenapa ada manusia yang baik dan yang jahat ! Siapa yang membuat ini jadi kelompok ?

Begini, baiklah kita meneliti satu per satu apa yang menjadikan perbedaan itu. Semua manusia lahir dan melalui fase “bayi”. Awal kehadiran manusia itu kedunia, “roh” yang dimiliki oleh setiap individu masih putih bersih seperti sebuah kertas. Tetapi hal yang bersih itu hanya bersifat sementara. Karena di dunia ini juga kita hidup berdampingan dengan “makhluk penghuni neraka”. Seperti halnya kertas kosong, sang “makhluk penghuni neraka” sangat tergoda untuk menulis sesuatu pada kertas tersebut. Nah, dari sini awal dari “roh” yang dimiliki manusia itu memiliki perbedaan.

Dari mana kita bisa merasakan apa yang dituliskan oleh “makhluk penghuni neraka” tersebut ? Bagaimana cara sang “makhluk” menuliskan itu pada kita. Perhatikan hal berikut yang akan mencoba untuk membuka mata kita semua ;

Hal-hal yang tidak kita sadari telah dituliskan “makhluk penghuni neraka” dalam “roh” kita :

                                1. Ketidaksabaran
                                2. Kesedihan
                                3. Amarah
                                4. Keserakahan / ketamakan
                                5. Ketidak perdulian
                                6. Iri hati dan dengki
                                7. Kesombongan
                                8. Boros
                                9. Tidak menurut orangtua
                               10. Bebal / tidak mau di didik
                               11....dsb

Dan bagaimana cara “mereka” menuliskannya pada “roh” kita ?
               
                 Cara “mereka” menuliskannya pada “roh” manusia tersebut :

                                1. Didikan yang salah dari orangtua
                                2. Lingkungan
                                3. Tayangan televisi atau media lainnya (radio, internet)
                                4. “Makhluk” itu sendiri yang datang menguji

Coba kita bayangkan bila “roh” yang bersih tadi disandera dan disiksa oleh “makhluk” tersebut setiap kita melakukan keinginan “mereka” atau bila “mereka” berhasil menuliskan hal-hal yang tersebut di atas ? Setiap kita melakukan apa yang mereka tuliskan itu, setiap itu pula “roh” yang kita miliki disiksa. Apa yang terjadi pada “roh” kita ? Yang pastinya kita tidak memiliki “roh” lagi saat ajal menjemput atau bisa dikatakan “roh” kita sudah diambil ke tempat “makhluk” tersebut alias NERAKA.
 
Tetapi jangan takut ! Itu kalau kita mengizinkannya terjadi maka seperti itulah yang akan terjadi. Mari kita bahas bagaimana menghindari itu terjadi. Dengan menghindari bagaimana cara “mereka menuliskannya”.

                1. DIDIKAN YANG SALAH DARI ORANG TUA

Orangtua yang depresi, mendapat banyak tekanan dalam hidup menjadi faktor yang sangat “berbahaya” bagi perkembangan “roh” yang dimiliki manusia yang baru lahir.  Hal apa saja yang bisa dituliskan “makhluk penghuni neraka” pada “roh” manusia yang lahir ? Manusia saat baru lahir hanya bisa melihat apa yang berada di sekelilingnya. Bisa merasakan tetapi belum bisa menelaah mana yang baik dan mana yang buruk. Perhatikan seorang bayi yang baru lahir. Setiap kita berbicara yang paling diperhatikan bayi tersebut adalah gerakan bibir kita. Berusaha meniru apa yang kita ucapkan. Jadi hal yang bisa dituliskan “makhluk” itu pada “roh” yang baru lahir ?

 ·         AMARAH

Pernahkah kita melihat seorang bayi di marah-marahi orang tuanya karena menangis dan rewel (bahasa penggoda “makhluk penghuni neraka) ? Bahkan si bayi juga di pukul ? Coba kita berpikir sejenak apakah bayi itu memiliki kesalahan bahkan sang bayi juga belum mengetahui apa yang baik dan yang tidak baik ? Bahkan sang bayi pun belum tau berpikir tetapi disalahkan ? Bahkan sang bayi pun belum tahu menuntut dan belum memiliki keinginan apa-apa karena belum tahu berpikir tetapi disalahkan ?

Bila kita melihat situasi ini, selamatkanlah “roh” si bayi dengan mengingatkan orangtuanya akan kesalahan besar yang diperbuatnya. Membela sang bayi dengan cara menunjukkan cara yang benar. Membela sang bayi mengajarkan si bayi untuk mencontoh apa yang harus dilakukan bila situasi seperti itu. Ingat sang bayi sedang belajar dari melihat. Sedang mencontoh dilingkungan yang asing baginya.

       KESEDIHAN 

Bila tidak ada yang perduli padahal kita melihatnya, itu juga kesalahan besar. Karena sang bayi akan bertumbuh besar dan membenarkan cara didikan tersebut. Bahkan kemungkinan akan menyimpan kesedihan yang mendalam dalam dirinya bahwa kehidupan itu ternyata begini dan sangat tidak adil bahwa yang tidak salah telah disalahkan. Bahkan akan timbul ketidak patuhan, mencari cara menghibur dan pencapaian “makhluk” tadi berhasil. Dengan “mengikat roh” sang bayi dan menyiksa “roh” tersebut. Ingat setiap tulisan yang di torehkan “makhluk” itu adalah siksaan bagi “roh” manusia tersebut. 

        KESERAKAHAN / PEMBOROSAN / KESOMBONGAN 

Kasus ini sering kita jumpai pada keluarga yang memiliki ekonomi yang sudah sangat mencukupi. Anak yang belajar dari orangtua yang bergaya hidup foya-foya. Dianggap si anak bahwa hal itu adalah baik dan mencotohnya. “Makhluk” itu tersenyum karena sudah tidak perlu berlelah-lelah untuk mendapatkan “roh” si anak tersebut.
 
                2. LINGKUNGAN 

Si anak bertumbuh besar. Mulai bisa melihat hal-hal baru yang tidak ditemuinya di dalam lingkungan rumahnya. Heran melihat perbedaan yang didapatnya di dalam rumah dengan keadaan yang di sekitarnya. Didikan yang keras akan menghasilkan anak yang keras. Didikan yang lemah lembut akan menghasilkan anak yang lemah lembut. Di sinilah “makhluk penghuni neraka” tersebut berusaha keras dan bekerja keras untuk mempertahankan “Roh” yang sudah dimilikinya itu. Bila si anak berjalan pada jalan yang salah maka “roh” yang sudah disandera tersebut akan terus disiksa. Namun bila si anak bisa menilai apa yang di didik selama ini salah dan memaafkannya di sinilah “roh” yang disandera itu berhenti disiksa dan mulai mengobati luka yang dialami dari siksaan “makhluk” itu selama ini.
 
Adakalanya “roh” itu disiksa kembali bila si anak salah mengambil langkah lagi. Namun ada baiknya bila si anak terus berjalan di jalan yang benar. Agar “roh” yang disandera itu terlepas.
 
Karena banyak sekali hal yang bisa terjadi di dalam lingkungan. Banyak sekali yang bakal ditemukan oleh si anak hal-hal yang baru yang belum pernah di rasakannya di dalam rumah. Kembali didikan orang tua yang menjadi kunci utamanya.
 
                3. MEDIA INFORMASI


Era komunikasi sekarang ibarat pintu yang terbuka yang tidak seorang pun bisa dan mampu ataupun memiliki kunci untuk menguncinya. Ini adalah cara yang paling ampuh bagi “makhluk penghuni neraka” untuk menyandera banyak “roh-roh” yang dimiliki manusia. Segalanya tersaji bebas di dalam media baik itu televisi, radio, ataupun internet. Disinilah banyak tulisan yang bisa dituliskan “makhluk” itu pada “roh” manusia. Bila kita melihatnya lebih dalam sungguh mengerikan. Hal yang sangat bisa dituliskan oleh “makhluk itu adalah : Napsu (begitu bebasnya foto-foto yang tidak pantas di tunjukkan bahkan film-film porno), Serakah (keterimpitan ekonomi menjadikan manusia melakukan apa saja untuk menghidupi dirinya), Sombong (manusia saling mempertunjukkan kemapuannya memiliki yang tidak bisa dimiliki orang lain), Iri hati ( manusia di goda dengan melihat tontonan itu berkali-kali, menimbulkan keinginan untuk melakukan hal yang sama. Kenapa dia bisa saya tidak ?), Kebohongan (untuk dapat bergaul diarea yang diinginkannya manusia itu berusaha menujukkan jati diri yang palsu dan mampu membohongi dirinya sendiri atau bahkan untuk menutupi kenyataan yang ada), dsb.
 
Lihatlah betapa banyak sekali godaan yang bisa menjadi senjata bagi “makhluk penghuni neraka” untuk menuliskan itu semua pada “roh” kita. Ingat setiap tulisan adalah siksaan bagi “roh” kita yang disandera.

                4. MAKHLUK ITU SENDIRI YANG DATANG

Hal ini adalah bukti keputus asaan si “makhluk” karena susah mendapatkan “roh” kita. Tetapi ingat, dia tidak pernah menyerah. Bahkan  dia mampu datang kepada kita dengan berbagai cara. Mungkin kita orang yang sangat menerima keadaan hidup kita, dia akan datang menawarkan kehidupan yang lebih. Mungkin kita yang merasa puas dengan posisi kerja kita, dia akan datang dengan menawarkan posisi yang lebih tinggi. Mungkin kita yang merasa cukup dengan kondisi keuangan kita, dia akan datang dengan cara menunjukkan cara mendapatkan yang lebih dengan cara yang salah.  Banyak cara yang akan dilakukannya untuk mendapatkan “roh” kita.

Dan semua itu tergantung kepada kita apakah kita akan memberikan “roh” kita kepadanya atau merebut kembali “roh” kita dari padanya ? Baiknya kita jawab dalam hati kita masing-masing. Ingat bahwa setiap kita melakukan apa yang “makhluk” itu inginkan setiap itu juga “roh” kita disiksanya. Semua manusia diciptakan untuk menghuni SORGA, tanpa terkecuali hanya saja bila kita mampu mempertahankan “SOUL / ROH “ kita.

Bagaimana kita bisa bertahan dengan semua itu, walaupun dari kita lahir mungkin ”roh” kita sudah disandera “makhluk” tersebut ? Tetaplah jalani hal-hal berikut yang akan menjadi tameng buat kita bertahan dari si “makhluk itu”

  • Bersyukur. Dengan mensyukuri apa yang kita terima dan apa yang kita dapatkan menjadikan kita pribadi yang apa adanya. Tidak cemburu dengan apa yang orang lain miliki, tidak iri dengan jalan hidup orang lain, dan tidak sombong dengan kemampuan kita.
  • Berdoa. Ingatlah kita bukan penguasa di dunia ini, masih ada “ALLAH” sang pencipta dunia ini. Bertekun dalam iman kita masing-masing, menjalankan apa yang baik bukan hal-hal yang diinginkan “makhluk penghuni neraka” tersebut. Dengan tameng ini kita bisa memilah-milah informasi yang kita dapatkan dan lihat apakah itu baik kita lakukan kepada manusia yang lain yang jelas memiliki “roh” yang sama dengan “roh” kita. Apakah pantas hal itu kita lakukan kepada manusia yang lain ? Manusia memiliki “roh” yang sama, jadi bila kita ingin melakukan hal itu cobalah kita coba lakukan pada “roh” kita dahulu.
  • Bertahan. Semua hal tidak ada yang pasti dalam dunia ini. Kadang kita disanjung orang, tetapi terkadang kita di cemooh orang. Kadang kita dipuji-puji tetapi terkadang kita diinjak-injak. Kadang kita sangat diperlukan tetapi terkadang kita dibuang seperti sampah. Kadang kita diangkat tetapi kadang kita dijatuhkan. Apa yang kita jalani dalam hidup tidak dapat kita pahami. Kapan kita bersedih tidak ada yang tahu, kapan kita bahagia tidak ada yang tahu, kapan kita memiliki keturunan tidak ada yang tahu, kapan kita akan bertemu dengan jodoh, tidak ada yang tahu. Sekarang kita kaya, besok kita jatuh miskin. Sekarang kita tertawa, besok kita bersedih. Sekarang kita diatas, besok kita dibawah. Jadi semuanya itu tidak ada yang dapat memastikan kehidupan ini. Jangan menghakimi, jangan membenci, jangan menyakiti adalah jalan yang terbaik untuk menerima ketidakpastian kehidupan ini. Hanya 1 yang pasti didalam kehidupan ini. KEMATIAN. 

Akhir kata : Bertahanlah dengan segala kebaikan untuk menyambut KEMATIAN.