Manusia itu diciptakan oleh dengan
“Roh”. Sesuai dengan gambar dan rupa “ALLAH”. Itulah awal penciptaan manusia.
Berarti di dalam diri setiap individu memiliki “roh”. Dan setiap “roh” manusia
itu sama dengan manusia yang lain. Terus, seharusnya semua manusia itu sama.
Tetapi kenapa ada manusia yang baik dan yang jahat ! Siapa yang membuat ini jadi kelompok
?
Begini, baiklah kita meneliti
satu per satu apa yang menjadikan perbedaan itu. Semua manusia lahir dan melalui
fase “bayi”. Awal kehadiran manusia itu kedunia, “roh” yang dimiliki oleh
setiap individu masih putih bersih seperti sebuah kertas. Tetapi hal yang
bersih itu hanya bersifat sementara. Karena di dunia ini juga kita hidup
berdampingan dengan “makhluk penghuni neraka”. Seperti halnya kertas kosong,
sang “makhluk penghuni neraka” sangat tergoda untuk menulis sesuatu pada kertas
tersebut. Nah, dari sini awal dari “roh” yang dimiliki manusia itu memiliki
perbedaan.
Dari mana kita bisa merasakan apa
yang dituliskan oleh “makhluk penghuni neraka” tersebut ? Bagaimana cara sang “makhluk”
menuliskan itu pada kita. Perhatikan hal berikut yang akan mencoba untuk
membuka mata kita semua ;
Hal-hal
yang tidak kita sadari telah dituliskan “makhluk penghuni neraka” dalam “roh”
kita :
1.
Ketidaksabaran
2.
Kesedihan
3.
Amarah
4.
Keserakahan / ketamakan
5.
Ketidak perdulian
6.
Iri hati dan dengki
7.
Kesombongan
8.
Boros
9.
Tidak menurut orangtua
10.
Bebal / tidak mau di didik
11....dsb
Dan bagaimana cara “mereka”
menuliskannya pada “roh” kita ?
Cara
“mereka” menuliskannya pada “roh” manusia tersebut :
1.
Didikan yang salah dari orangtua
2.
Lingkungan
3.
Tayangan televisi atau media lainnya (radio, internet)
4.
“Makhluk” itu sendiri yang datang menguji
Coba kita bayangkan bila “roh”
yang bersih tadi disandera dan disiksa oleh “makhluk” tersebut setiap kita
melakukan keinginan “mereka” atau bila “mereka” berhasil menuliskan hal-hal
yang tersebut di atas ? Setiap kita melakukan apa yang mereka tuliskan itu,
setiap itu pula “roh” yang kita miliki disiksa. Apa yang terjadi pada “roh”
kita ? Yang pastinya kita tidak memiliki “roh” lagi saat ajal menjemput atau
bisa dikatakan “roh” kita sudah diambil ke tempat “makhluk” tersebut alias NERAKA.
Tetapi jangan takut ! Itu
kalau kita mengizinkannya terjadi maka seperti itulah yang akan terjadi. Mari kita
bahas bagaimana menghindari itu terjadi. Dengan menghindari bagaimana cara “mereka
menuliskannya”.
1. DIDIKAN YANG
SALAH DARI ORANG TUA
Orangtua yang depresi, mendapat
banyak tekanan dalam hidup menjadi faktor yang sangat “berbahaya” bagi
perkembangan “roh” yang dimiliki manusia yang baru lahir. Hal apa saja yang bisa dituliskan “makhluk
penghuni neraka” pada “roh” manusia yang lahir ? Manusia saat baru lahir hanya
bisa melihat apa yang berada di sekelilingnya. Bisa merasakan tetapi belum bisa
menelaah mana yang baik dan mana yang buruk. Perhatikan seorang bayi yang baru
lahir. Setiap kita berbicara yang paling diperhatikan bayi tersebut adalah
gerakan bibir kita. Berusaha meniru apa yang kita ucapkan. Jadi hal yang bisa
dituliskan “makhluk” itu pada “roh” yang baru lahir ?
·
AMARAH
Pernahkah kita melihat seorang
bayi di marah-marahi orang tuanya karena menangis dan rewel (bahasa penggoda “makhluk
penghuni neraka) ? Bahkan si bayi juga di pukul ? Coba kita berpikir sejenak
apakah bayi itu memiliki kesalahan bahkan sang bayi juga belum mengetahui apa
yang baik dan yang tidak baik ? Bahkan sang bayi pun belum tau berpikir tetapi
disalahkan ? Bahkan sang bayi pun belum tahu menuntut dan belum memiliki
keinginan apa-apa karena belum tahu berpikir tetapi disalahkan ?
Bila kita melihat situasi ini,
selamatkanlah “roh” si bayi dengan mengingatkan orangtuanya akan kesalahan
besar yang diperbuatnya. Membela sang bayi dengan cara menunjukkan cara yang
benar. Membela sang bayi mengajarkan si bayi untuk mencontoh apa yang harus
dilakukan bila situasi seperti itu. Ingat sang bayi sedang belajar dari
melihat. Sedang mencontoh dilingkungan yang asing baginya.
KESEDIHAN
Bila tidak ada yang perduli
padahal kita melihatnya, itu juga kesalahan besar. Karena sang bayi akan
bertumbuh besar dan membenarkan cara didikan tersebut. Bahkan kemungkinan akan
menyimpan kesedihan yang mendalam dalam dirinya bahwa kehidupan itu ternyata
begini dan sangat tidak adil bahwa yang tidak salah telah disalahkan. Bahkan
akan timbul ketidak patuhan, mencari cara menghibur dan pencapaian “makhluk”
tadi berhasil. Dengan “mengikat roh” sang bayi dan menyiksa “roh” tersebut.
Ingat setiap tulisan yang di torehkan “makhluk” itu adalah siksaan bagi “roh”
manusia tersebut.
KESERAKAHAN / PEMBOROSAN / KESOMBONGAN
Kasus ini sering kita jumpai pada
keluarga yang memiliki ekonomi yang sudah sangat mencukupi. Anak yang belajar
dari orangtua yang bergaya hidup foya-foya. Dianggap si anak bahwa hal itu
adalah baik dan mencotohnya. “Makhluk” itu tersenyum karena sudah tidak perlu
berlelah-lelah untuk mendapatkan “roh” si anak tersebut.
2. LINGKUNGAN
Si anak bertumbuh besar. Mulai
bisa melihat hal-hal baru yang tidak ditemuinya di dalam lingkungan rumahnya.
Heran melihat perbedaan yang didapatnya di dalam rumah dengan keadaan yang
di sekitarnya. Didikan yang keras akan menghasilkan anak yang keras. Didikan
yang lemah lembut akan menghasilkan anak yang lemah lembut. Di sinilah “makhluk
penghuni neraka” tersebut berusaha keras dan bekerja keras untuk mempertahankan
“Roh” yang sudah dimilikinya itu. Bila si anak berjalan pada jalan yang salah
maka “roh” yang sudah disandera tersebut akan terus disiksa. Namun bila si anak
bisa menilai apa yang di didik selama ini salah dan memaafkannya di sinilah “roh”
yang disandera itu berhenti disiksa dan mulai mengobati luka yang dialami dari
siksaan “makhluk” itu selama ini.
Adakalanya “roh” itu disiksa
kembali bila si anak salah mengambil langkah lagi. Namun ada baiknya bila si
anak terus berjalan di jalan yang benar. Agar “roh” yang disandera itu
terlepas.
Karena banyak sekali hal yang
bisa terjadi di dalam lingkungan. Banyak sekali yang bakal ditemukan oleh si
anak hal-hal yang baru yang belum pernah di rasakannya di dalam rumah. Kembali
didikan orang tua yang menjadi kunci utamanya.
3. MEDIA INFORMASI
Era komunikasi sekarang ibarat
pintu yang terbuka yang tidak seorang pun bisa dan mampu ataupun memiliki kunci
untuk menguncinya. Ini adalah cara yang paling ampuh bagi “makhluk penghuni
neraka” untuk menyandera banyak “roh-roh” yang dimiliki manusia. Segalanya
tersaji bebas di dalam media baik itu televisi, radio, ataupun internet.
Disinilah banyak tulisan yang bisa dituliskan “makhluk” itu pada “roh” manusia.
Bila kita melihatnya lebih dalam sungguh mengerikan. Hal yang sangat bisa
dituliskan oleh “makhluk itu adalah : Napsu (begitu bebasnya foto-foto yang
tidak pantas di tunjukkan bahkan film-film porno), Serakah (keterimpitan
ekonomi menjadikan manusia melakukan apa saja untuk menghidupi dirinya),
Sombong (manusia saling mempertunjukkan kemapuannya memiliki yang tidak bisa
dimiliki orang lain), Iri hati ( manusia di goda dengan melihat tontonan itu
berkali-kali, menimbulkan keinginan untuk melakukan hal yang sama. Kenapa dia
bisa saya tidak ?), Kebohongan (untuk dapat bergaul diarea yang diinginkannya
manusia itu berusaha menujukkan jati diri yang palsu dan mampu membohongi
dirinya sendiri atau bahkan untuk menutupi kenyataan yang ada), dsb.
Lihatlah betapa banyak sekali
godaan yang bisa menjadi senjata bagi “makhluk penghuni neraka” untuk
menuliskan itu semua pada “roh” kita. Ingat setiap tulisan adalah siksaan bagi “roh”
kita yang disandera.
4. MAKHLUK ITU
SENDIRI YANG DATANG
Hal ini adalah bukti keputus asaan
si “makhluk” karena susah mendapatkan “roh” kita. Tetapi ingat, dia tidak
pernah menyerah. Bahkan dia mampu datang
kepada kita dengan berbagai cara. Mungkin kita orang yang sangat menerima
keadaan hidup kita, dia akan datang menawarkan kehidupan yang lebih. Mungkin
kita yang merasa puas dengan posisi kerja kita, dia akan datang dengan
menawarkan posisi yang lebih tinggi. Mungkin kita yang merasa cukup dengan
kondisi keuangan kita, dia akan datang dengan cara menunjukkan cara mendapatkan
yang lebih dengan cara yang salah. Banyak cara yang akan dilakukannya untuk
mendapatkan “roh” kita.
Dan semua itu tergantung kepada
kita apakah kita akan memberikan “roh” kita kepadanya atau merebut kembali “roh”
kita dari padanya ? Baiknya kita jawab dalam hati kita masing-masing. Ingat
bahwa setiap kita melakukan apa yang “makhluk” itu inginkan setiap itu juga “roh”
kita disiksanya. Semua manusia diciptakan untuk menghuni SORGA, tanpa
terkecuali hanya saja bila kita mampu mempertahankan “SOUL / ROH “ kita.
Bagaimana kita bisa bertahan
dengan semua itu, walaupun dari kita lahir mungkin ”roh” kita sudah disandera “makhluk”
tersebut ? Tetaplah jalani hal-hal berikut yang akan menjadi tameng buat kita
bertahan dari si “makhluk itu”
- Bersyukur. Dengan mensyukuri apa
yang kita terima dan apa yang kita dapatkan menjadikan kita pribadi yang apa
adanya. Tidak cemburu dengan apa yang orang lain miliki, tidak iri dengan jalan
hidup orang lain, dan tidak sombong dengan kemampuan kita.
- Berdoa. Ingatlah kita bukan
penguasa di dunia ini, masih ada “ALLAH” sang pencipta dunia ini. Bertekun
dalam iman kita masing-masing, menjalankan apa yang baik bukan hal-hal yang
diinginkan “makhluk penghuni neraka” tersebut. Dengan tameng ini kita bisa
memilah-milah informasi yang kita dapatkan dan lihat apakah itu baik kita
lakukan kepada manusia yang lain yang jelas memiliki “roh” yang sama dengan “roh”
kita. Apakah pantas hal itu kita lakukan kepada manusia yang lain ? Manusia
memiliki “roh” yang sama, jadi bila kita ingin melakukan hal itu cobalah kita
coba lakukan pada “roh” kita dahulu.
- Bertahan. Semua hal tidak ada
yang pasti dalam dunia ini. Kadang kita disanjung orang, tetapi terkadang kita
di cemooh orang. Kadang kita dipuji-puji tetapi terkadang kita diinjak-injak.
Kadang kita sangat diperlukan tetapi terkadang kita dibuang seperti sampah.
Kadang kita diangkat tetapi kadang kita dijatuhkan. Apa yang kita jalani dalam
hidup tidak dapat kita pahami. Kapan kita bersedih tidak ada yang tahu, kapan
kita bahagia tidak ada yang tahu, kapan kita memiliki keturunan tidak ada yang
tahu, kapan kita akan bertemu dengan jodoh, tidak ada yang tahu. Sekarang kita kaya, besok kita jatuh miskin. Sekarang kita tertawa, besok
kita bersedih. Sekarang kita diatas, besok kita dibawah. Jadi semuanya itu
tidak ada yang dapat memastikan kehidupan ini. Jangan menghakimi, jangan
membenci, jangan menyakiti adalah jalan yang terbaik untuk menerima ketidakpastian
kehidupan ini. Hanya 1 yang pasti didalam kehidupan ini. KEMATIAN.
Akhir kata : Bertahanlah
dengan segala kebaikan untuk menyambut KEMATIAN.