Uang akar kejahatan !
Kapan uang mulai berlaku di dunia ini ? Bukankah manusia pertama yang dicciptakan ke dunia ini tidak memakai uang ? Siapa yang menciptakan uang ? Dan mengapa diciptakan uang ? Bukankah dunia ini diciptakan gratis oleh sang PENCIPTA ?
Begitulah seharusnya otak digunakan untuk berpikir, untuk bertanya tentang hal-hal seperti itu. Lalu biarkan hati yang menjawab sebagai pusat pikiran. Kita melihat pertanyaan itu benar adanya. Baiklah kita membahas satu persatu.
- SIAPA YANG MENCIPTAKAN UANG ?
Bila dilihat prinsip awal uang diciptakan adalah untuk alat pembayaran yang sah. BETUL ! Tetapi apa yang dibayar ? BINGUNG ! Bukankah dunia ini diciptakan gratis ? Kalau kita lihat ide penciptaan uang adalah ide yang salah. Pasti awal dari ide ini siapa pun yang menciptakannya adalah untuk ingin menguasai manusia yang lain. Karena dengan uang dia bisa membeli dan menguasai dunia ini. Jadi bagi saya yang menciptakan uang adalah SETAN.
- MENGAPA UANG DICIPTAKAN ?
Manusia itu memiliki hasrat. Uang diciptakan untuk pemuasan hasrat. Ide penciptaan uang bisa diyakini untuk memuaskan hasrat sang penciptanya untuk bisa menaklukkan manusia yang lainnya. Si pencipta pasti meyakinkan orang lain bahwa ide penciptaan uang adalah hal yang cemerlang karena dengan adanya uang bisa menaklukkan segalanya.
- DAMPAK APA YANG DIHASILKAN ?
Banyak hal yang ditimbulkan yang dapat kita lihat dari keinginan untuk mendapatkan uang. Diantaranya : Perselisihan, pembunuhan, penipuan, pengkhianatan, pembohongan, dsb. Ternyata hasil dari mengejar uang lebih banyak negatifnya. Berarti "Setan" sebagai pencipta uang berhasil mengelabui manusia. Berarti "dia" berhasil memperdaya manusia untuk mengikuti kemauannya. Mengapa saya katakan begitu ? Coba kita lihat hal-hal yang ditimbulkan bila kita mencintai uang itu? Orang rela mengambil yang bukan menjadi haknya untuk mendapatkan uang. Orang rela membunuh sesamanya manusia untuk mendapatkan uang. Orang rela menipu orang lain untuk mendapatkan uang. Bahkan orang rela mengorbankan kebahagiaan keluarganya untuk mendapatkan uang.
Benar adanya bahwa uang itu akar kejahatan. Dimana hal-hal yang timbul bila kita menginginkan uang adalah hal negatif. Janganlah pernah mengejar uang.
- KESIMPULAN
- AKHIR KATA
Apapun keyakinan dan kepercayaan yang
kamu anut, pastikan bahwa ajaran itu tidak mengajarkan mengejar kekayaan
di dunia ini, tetapi mengajarkan bahwa hidup kamu di dunia ini untuk
mempersiapkan kehidupan setelah kematian kamu ! Jadi gunakan segala
fasilitas yang ada di dunia ini untuk persiapan kehidupan yang indah di
akherat nanti.
Tidak ada keyakinan dan kepercayaan yang mengajarkan kejahatan, pembunuhan, penipuan, itu benar. Kalau ada ajaran seperti itu adalah TOTALLY WRONG ! Sebaiknya gunakan hati kamu untuk melihat ajaran itu kembali.
Ingatlah bahwa manusia diciptakan lebih tinggi derajatnya dari makhluk hidup lainnya. Apakah pantas manusia itu membunuh manusia yang lainnya ? Apakah pantas manusia itu menjadi hakim bagi manusia lainnya ? Apakah pantas kita yang menentukan kehidupan seseorang ? Ataukah manusia itu diperalat oleh setan untuk mengatakan kita pantas penentu kehidupan seseorang..
Kalau ada manusia yang diberi kesempatan untuk membunuh manusia yang lainnya dan berhasil, itu bukan karena dia ditunjuk sebagai PUNISHER oleh sang PENCIPTA, tetapi untuk menyadarkan orang tersebut bahwa diatas kekuatannya masih ada lagi kekuatan yang luar biasa yang siap menghukumnya. Apakah pembunuh bisa selamat dari HUKUMAN sang PENCIPTA ? TIDAK !!!!
Perbuatlah kebaikan untuk persiapan kamu menuju kehidupan yang Abadi setelah kematian. Ingatlah hanya satu hal yang pasti bagi setiap manusia yaitu KEMATIAN. Selebihnya tidak ada yang pasti. Kalau uang hanya menciptakan dampak negatif jangan cintai uang. Tetapi lakukan kebaikan untuk kehidupan abadi nantinya. Gunakan sebagai jalan kebaikan bagi sesama, menolong sesama, menciptakan kebahagian keluarga maka itu adalah bentuk PERLAWANAN terhadap SETAN. Apa yang kamu hasilkan dari dunia ini akan kamu tinggalkan pada saat KEMATIAN menjemput kamu !
Salam !!

No comments:
Post a Comment